Pages

Tuesday, February 14, 2017

Rabi’ah al Adawiyyah: Orang Harus Mencintai Allah Seperti Allah Mengasihi Mereka






Gerakan feminisme yang mengusung gagasan emansipasi wanita seringkali menempatkan wanita muslim sebagai wanita terbelakang yang tidak memiliki kontribusi pada kemajuan budaya. Padahal tidak sedikit wanita muslim yang namanya harum dalam catatan sejarah sebagai sosok yang menginspirasi dunia bahkan menjadi seorang pemimpin. Di balik kesuksesan peran sosial yang mereka jalani, nilai-nilai dan hukum Islam tetap mereka pegang teguh sebagai landasan hidup yang tidak menghalangi kiprahnya untuk kemaslahatan umat.

Sebagai contoh yang dekat dengan zaman ini, kita dapat melihat dua pemimpin dari kalangan wanita muslim. Yakni Perdana Menteri Bangladesh, Sheikh Hasina Wazed, dan Perdana Menteri Mali, Cisse Mariam Kaidama Sidibe. Atife Jahjaga, presiden Kosovo, juga tercatat sebagai presiden termuda dalam sejarah, sekaligus wanita pertama yang menjadi presiden di negerinya.

Bergeser ke abad delapan, seorang wanita sufi dari Basra, Irak, Rabi’ah al Adawiyah disebut-sebut sebagai wanita penting di eranya. Rabiah yang lahir dari keluarga sangat miskin, banyak menuliskan syair dan menentang perbudakan sehingga ia menjadi salah satu penyair sufi yang terkenal pada masa itu. Salah satu karyanya yang populer adalah the doctrine of Divine Love atau Cinta Ilahi.

Ada satu kisah menarik mengenai Cinta Ilahi. Suatu ketika Rabiah ditanya mengapa selalu berjalan menyusuri jalan dengan menenteng seember air di satu tangan dan memegang sebuah lilin menyala di tangan satunya. Rabiah menjawab, “Aku ingin membakar surga dengan api ini, dan memadamkan api neraka dengan air ini. Sehingga orang akan berhenti menyembah Allah karena takut neraka atau ingin surga. Orang harus mencintai Allah sebagaimana Allah mengasihi mereka.”

Soal peran untuk kemajuan budaya, Rabiah memiliki banyak murid yang kemudian hari menjadi sufi-sufi terkenal. Rabiah sendiri berguru pada ulama dan cendekiawan terkemuka Hasan Al Basri, seorang tabi’in (generasi setelah sahabat Nabi). *

*dari berbagai sumber






Sunday, February 12, 2017

Minat Baca Rendah, Mudah Jadi Korban Hoax



 
Soal kecintaan pada kegiatan membaca, sepertinya masih menjadi problematika bangsa Indonesia. Data UNESCO tahun 2012 mengungkapkan indeks membaca bangsa Indonesia hanya 0,001. Artinya, dari 1000 orang Indonesia, hanya satu orang yang membaca secara serius. Jika diproyeksikan pada jumlah penduduk Indonesia sebanyak 250 juta, hanya 250.000 yang punya minat baca. Selain itu, pada tahun 2014, anak-anak Indonesia membaca hanya 27 halaman buku dalam satu tahun.

Di tahun 2016, World’s Most Literate Nations, Central Connecticut State University melakukan penelitian sepanjang tahun 2003-2014 mengungkapkan literasi Indonesia berada di peringkat ke-60, posisi kedua terbawah dari 61 negara yang diteliti.

Di tengah rendahnya budaya membaca, ternyata penggunaan internet justru mengalami peningkatan secara signifikan. Pada tahun 2012, pengguna internet di Indonesia sebanyak 63 juta orang, meningkat menjadi 71,9 juta pada tahun 2013, mengalami peningkatan lagi mencapai angka 88,1 juta di tahun 2014, kemudian pada tahun 2016 menjadi 132,7 juta orang. Dari data ini dapat ditarik kesimpulan bahwa lebih dari separuh penduduk Indonesia (51.8%) telah menggunakan internet. Ini merupakan hasil survei dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) dan Polling Indonesia.


Jika dikaitkan dengan era informasi digital, kekhawatiran apa yang mengemuka dikarenakan minat baca masyarakat Indonesia yang sangat memprihatinkan ini? Menurut Septiaji Eko Nugroho, inisiator komunitas Masyarakat Indonesia Anti Hoax, seperti dikutip dari Kompas.com, “Masyarakat yang kesadaran literasinya rendah menjadi ladang subur peredaran hoax. Bangsa kita bukan bangsa pembaca, tetapi bangsa ngerumpi. Informasi yang diterima langsung diyakini sebagai sebuah kebenaran, lalu berupaya membagi informasi tersebut ke orang lain.”

Sementara itu, pakar media sosial Nukman Luthfie mengatakan, “Sebagian besar tulisan online hanya dibaca sepintas lalu, bahkan kadang tidak dibuka atau diklik sama sekali. Judul berita cenderung dianggap kesimpulan agar orang yang baca bisa segera tahu isinya. Kalaupun dibaca, tidak sampai semenit.”


Bahaya Berita Hoax
Berita hoax bukan dibuat tanpa maksud dan tujuan tertentu. Produsen berita yang berisi kebohongan itu membawa misi untuk mencapai keuntungan yang bersifat materiil maupun nonmateriil. Tergantung dari jenis muatan kontennya. Yang selama ini banyak ditemukan beredar di media sosial (Facebook, Twitter, Instagram, Whatsapp, dsb.) adalah berita hoax tentang kesehatan, seputar artis, bahkan berita yang mengandung muatan politik. Parahnya, masyarakat sangat mudah membagikan berita tersebut tanpa mengecek kebenarannya terlebih dahulu.

Salah satu contoh berita hoax yang merugikan dan berakibat fatal yakni pada tanggal 29 Juli 2016, ujaran kebencian yang disebarkan melalui media sosial memicu konflik antarumat beragama di Kota Tanjung Balai, Sumatera Utara. Sekelompok orang membakar sejumlah rumah ibadah seusai mendapat kabar palsu.

Mantan presiden Indonesia BJ. Habibie juga pernah menjadi korban berita hoax. Direktur Eksekutif The Habibie Centre (THC) Rahimah Abdulrahim, Sabtu (4/2), di Jakarta, mengatakan, setidaknya sudah ada empat berita palsu yang mengabarkan mantan Presiden BJ Habibie meninggal dunia. "Berita palsu tersebut membuat kerabat Bapak di sejumlah daerah terperanjat," ujarnya. *

Di sejumlah negara, berita bohong bahkan menimbulkan kerusuhan besar, seperti di Tunisia, Mesir, dan Mumbai, India. *


Agar Tidak Termakan Hoax
Di media sosial, terdapat tautan yang mudah ditandai sebagai berita hoax. Biasanya ia berisi ajakan untuk me-like, mengaminkan, atau bahkan me-share tautan tersebut. Namun ada juga yang tidak berisi ajakan, tapi muatannya sarat dengan hasutan, kebencian, dan menyerang pihak tertentu. Tak jarang mengusung isu SARA.

Jika menemukan hal-hal semacam itu, sebaiknya jangan mudah terpancing untuk mengikuti ajakan like, amin, atau share, dan memberikan komentar. Periksa ulang informasi yang dibaca jika memungkinkan cek kebenarannya sampai ke mata rantai informan yang pertama.

Jangan langsung menyimpulkan isi berita hanya dari judul. Selain membaca isi berita secara utuh, diperlukan sikap kritis mempertanyakan kebenaran berita tersebut. Terlebih lagi berita yang berasal dari media abal-abal. Tahan diri untuk tidak mudah menyebarkan berita yang terkait isu SARA maupun kelompok politik, jika hanya akan menimbulkan keresahan dan mengundang konflik antar sesama pengguna media sosial.

*Sumber data: print.kompas.com

Foto: Pixabay 







Monday, December 12, 2016

7 Pesan Penting dalam Peringatan Maulid di Majelis Rasulullah SAW


Peringatan Hari Kelahiran Nabi Muhammad shollaLlahu alaihi wasallam atau yang dikenal dengan Maulid Nabi, tanggal 12 Rabiul Awal 1438H tahun ini bertepatan dengan hari Senin 12 Desember 2016, hari yang sama dengan ketika beliau dilahirkan. Majelis Rasulullah SAW, sebagai majelis pemuda terbesar di Indonesia pimpinan Almarhum Habib Munzir Al Musawwa, tak ketinggalan juga menyelenggarakan peringatan hari Maulid. Bertempat di Masjid Istiqlal, ribuan jamaah yang datang dari berbagai wilayah di Jakarta dan sekitarnya, dengan khidmat mengikuti rangkaian acara sejak pukul  7 pagi hingga 11 siang.  

Rangkaian acara itu terdiri dari pembacaan syair Maulid Adhiyaulaami’ karangan Habib Umar bin Hafiz – pendiri sekolah agama Dar Al Musthafa, Yaman, tempat di mana ulama besar dari seluruh dunia menimba ilmu – pembacaan qasidah, ceramah dari beberapa pemuka agama, serta  tausiyah dari Al Habib Abdurrahman bin Ali Masyhur bin Hafiz yang datang dari Yaman, beliau merupakan keponakan dari Guru Mulia Al Habib Umar bin Hafiz.

Berikut ini saya rangkumkan poin ceramah dari para guru mulai dari sambutan hingga tausiyah akhir. Jika ada pembaca yang kebetulan hadir pada acara tersebut, dan menemukan kekeliruan pada catatan ini, boleh disampaikan. Sebagian isinya saya ambil dari akun instagram @majelisrasulullahsaw_official.  


1       Al Habib Nabiel bin Fuad Al Musawwa
Dalam sambutan ini Habib Nabiel selaku Dewan Syura Majelis Rasulullah SAW berpesan mengenai kebersihan masjid, “Saya mengajak kepada seluruh hadirin, untuk senantiasa menjaga kebersihan, karena kita sedang berada di rumah Allah. Apabila kita nampak selembar kotoran di masjid ini, artinya kita telah mengotori rumah Allah.”

2       Dr. K.H. Muzammil Basyuni
Beliau merupakan Ketua Umum Masjid Istiqlal, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Rasulullah shollaLlahu alaihi wasallam bersabda, “Aku adalah kekasih Allah SWT., dan penyelawat untuk kekasihku, bagi siapa saja yang ingin menjadi kekasih Sang Kekasih, maka perbanyaklah sholawat kepada Sang Kekasih (Nabi Muhammad shollaLlahu alaihi wasallam).”

3       Al Habib Muhammad Al Bagir bin Alawy bin Yahya
Pada kesempatan ini Habib Bagir sebagai  Dewan Guru Majelis Rasulullah SAW menuturkan kisah nan indah tentang Rasulullah shollaLlahu alaihi wasallam.

Pada suatu malam, Sayyidah Aisyah r.a. kehilangan jarum untuk menjahit baju. Beliau kesulitan menemukan jarum itu karena pada zaman itu, belum ada penerangan yang memadai. Bahkan rumah yang beliau tempati terbuat dari tanah. Namun ketika Rasulullah shollaLlahu alaihi wasallam datang, jarum itu dapat ditemukan berkat cahaya yang terpancar dari wajah beliau.  

     Tausyiah Al Habib Abdurrahman bin Ali Masyhur bin Hafiz
Pada catatan saya terdapat tujuh wasiat yang beliau sampaikan kepada para jamaah Majelis Rasulullah SAW yang hadir pada peringatan maulid kali ini. Penggunaan kata wasiat memiliki kandungan makna yang mendalam, sangat dianjurkan, dan penting untuk dilakukan. Sebagaimana kata wasiat sering kita dengar pada kejadian ketika ada orang yang akan meninggal , kemudian ia mewasiatkan sesuatu, maka yang diberi wasiat itu wajib melaksanakannya. Di antara wasiat itu adalah:

1.       Bertakwa kepada Allah
Ini merupakan wasiat utama dari Allah kepada manusia. Hakikat takwa adalah menjalankan semua perintah Allah dan menjauhi semua laranganNya.

2.       Sholat pada awal waktu
Anjuran ini bermakna setiap kali mendengar adzan maka bergegaslah melaksanakan sholat. Jangan sampai kita mengulur-ulur waktu mengakhirkan bahkan meninggalkannya. Karena orang yang menelantarkan sholat sampai keluar waktunya, namanya tertulis di pintu neraka Allah (naudzubillah min dzalik).

Seperti disebutkan dalam firman Allah Surat Al Maun ayat 4-5 :
“Maka kecelakaanlah bagi orang-orang  yang sholat. Yaitu orang-orang yang lalai dari sholatnya.”

Maka dari itu, sedapat mungkin kita ajak seluruh keluarga dan orang-orang sekitar untuk menjalankan sholat di awal waktu.

3.       Menunaikan zakat
Sebanyak 70 kali firman Allah tentang perintah sholat, diikuti dengan perintah zakat.

4.       Mengamalkan puasa
Tidak hanya puasa wajib yang perlu kita jalankan, akan tetapi puasa-puasa yang telah dicontohkan oleh Rasulullah shollaLlahu alaihi wasallam; puasa senin dan kamis, puasa tengah bulan, dan puasa sunnah lainnya.

5.       Menjalankan kewajiban
Ada dua jenis kewajiban yang perlu kita tunaikan. Yakni kewajiban kepada Allah dengan beribadah kepadaNya, dan kewajiban kepada manusia berupa menyambung  silaturahmi, berakhlak baik, dsb.

6.       Menjaga diri dari riba
Riba merupakan salah satu penyebab turunnya murka Allah. Al Quran menyebutkan bahwa seseorang yang melakukan praktek riba berarti ia sedang menantang perang kepada Allah. Selain itu, perbuatan menantang perang ini juga mengarah kepada orang yang menghina para auliya atau wali Allah.

7.       Menjauhi perbuatan mungkar
Perbuatan mungkar yang disebutkan di sini di antaranya zina dan liwath. Allah memberikan ancaman yang sangat keras pada para pelakunya. Akan diberikan kehinaan di dunia berupa penyakit  dan  mendapat siksa yang pedih di akhirat kelak.  

Allah juga tidak suka kepada wanita-wanita yang membuka auratnya dan ber-tabarruj (berhias yang berlebihan) sebagaimana para wanita di zaman jahiliyah dulu. Zaman sekarang ramai para wanita yang suka mengumbar bagian tubuhnya termasuk paha dan bagian tubuh lainnya di depan umum. Padahal  ini dapat mengundang kemarahan Allah. Apabila ia terus-menerus melakukan ini dan tidak mempedulikannya sebagai suatu perbuatan yang berdosa, biasanya ini dapat menjadi penyebab ia mati dalam keadaan yang buruk (naudzubillah min dzalik).

Wa ba'du, demikian wasiat atau pesan penting yang disampaikan Al Habib Abdurrahman dalam peringatan Maulid tahun ini. 

Semoga dengan berkah Maulid Nabi Muhammad shollaLlahu alaihi wasallam,  semakin memperdalam kecintaan kita pada beliau shollaLlahu alaihi wasallam. Mampu meneladani dengan kemudahan yang diberikan Allah kepada kita. Sehingga kelak dapat berjumpa dengan idola sejati kita, kekasih kita, Rasulullah Muhammad shollaLlahu alaihi wasallam.

Sebagai penutup tulisan ini saya kutipkan sebuah bait syair dari kitab Maulid Adhiyaulaami:
“Dan jadikanlah kami selalu berjalan pada ajaran Nabi Thaahaa (shollaLlahu alaihi wasallam) yang terpilih dan kuatkanlah serta tetapkanlah langkah-langkah kami pada jalan yang telah dilalui Sang Kekasih.”

Foto: Google